Mengetahui Infeksi Virus Pada Komputer Berbasiskan Windows

06/05/2009 at 21:41 | Posted in PC | Leave a comment
Tags: , , ,

Anda sering menggunakan komputer anda (baik itu komputer kantor maupun komputer pribadi) hampir setiap hari. Suatu hari anda mendapati komputer tiba-tiba saja “berulah” seperti aplikasi yang biasa anda gunakan tiba-tiba tidak mau berjalan atau bahkan komputer anda terasa berjalan sangat lambat sekali padahal kemarin atau beberapa jam sebelumnya lancar-lancar saja. Hal ini bisa disebabkan oleh malfungsi hardware atau aplikasi tersebut yang error, tapi bisa saja disebabkan oleh virus.

Penulis akan mencoba menjabarkan ciri-ciri komputer yang terkena virus. Mohon diperhatikan bahwa tulisan ini bukanlah landasan untuk mendiagnosa komputer anda terkena virus atau tidak karena tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dan rekan-rekan penulis serta perkembangan dalam penulisan bahasa pemrograman, khususnya virus, cukup pesat dan mungkin berbeda dari waktu ke waktu.

Kita mulai saja. Berikut adalah ciri-ciri komputer yang terinfeksi virus:

  • Komputer terasa sangat lambat ketika digunakan
  • Sistem sering mengalami crash, bahkan restart dengan sendirinya
  • Pesan error sering muncul
  • Ketika membuka file atau menjalankan aplikasi terasa berat dan lama (terutama aplikasi keamanan komputer)
  • Isi drive hanya terlihat sedikit padahal kapasitas penuh atau bahkan tidak bisa mengakses drive sama sekali
  • Tidak bisa mengakses website keamanan komputer
  • Download update untuk anti virus selalu gagal
  • Tidak bisa mencetak atau mengakses printer
  • Program anda menghilang secara misterius
  • Muncul ikon maupun aplikasi yang sebelumnya tidak ada
  • Terdapat shortcut menuju website porno
  • Space kosong di drive tidak terlihat
  • Tiba-tiba rekan-rekan anda melaporkan menerima email dari anda, biasanya virus menyertakan dirinya pada email tersebut
  • Arus jaringan atau internet sering terlihat tinggi, terutama arus keluar

Lakukan Disinfeksi Virus

Bagi pengguna awam, langkah termudah adalah untuk melakukan system restore. Mungkin Microsoft menyadari bahwa sistem mereka jauh dari sempurna, maka mereka menyediakan layanan untuk mengembalikan sistem anda ke kondisi pada waktu tertentu. Anda hanya perlu menjalankan “System Restore” lalu memilih waktu dimana anda yakin bahwa pada waktu tersebut komputer anda masih sehat. Ikuti saja petunjuk yang diberikan. Perlu diketahui, data anda mungkin tidak terhapus setelah melakukan system restore, tetapi penulis menyarankan untuk mem-back up data anda sebelum me-restore sistem.

Setelah melakukan system restore, segeralah update anti virus anda dan lakukan scanning secara menyeluruh. “System Restore” bukan jaminan bahwa komputer anda sudah bebas virus.

Setelah proses scanning selesai, kunjungi website Microsoft untuk men-download aplikasi bikinan Microsoft bernama Malicious Software Removal Tool. Aplikasi ini cukup bisa diandalkan untuk disinfeksi. Sebagai catatan, “MSRT” bukanlah aplikasi anti virus. Baca keterangan yang diberikan oleh Microsoft mengenai “MSRT”.

Apabila akses internet anda masih terblokir, segeralah ke warnet atau ke workstation yang lain untuk men-download update anti virus serta “MSRT”.

Bagi mereka yang ahli, biasanya mereka akan melakukan disinfeksi secara manual dengan memburu induk virus serta anak-anaknya. Bahkan, ada beberapa rekan penulis yang mencopot hard disk komputernya lalu menggunakan komputer lain untuk melakukan disinfeksi. Setelah selesai melakukan disinfeksi, sebaiknya back up data sekalian lalu lakukan instalasi ulang untuk lebih menjamin keamanan sistem anda, khususnya keseluruhan sistem di kantor.

Cari Sumber Infeksi Virus

Tahun 80-an, virus menyebar melalui disket atau peng-copy-an software secara ilegal. Tapi, di era internet, penyebaran virus paling mencolok adalah melalui email. Virus biasanya akan menyertakan dirinya sebagai attachment yang ketika di-download akan menyebar. Tetapi, karena pesatnya perkembangan penulisan bahasa pemrograman, virus bisa saja menginfeksi melalui sebuah website. Yang menghinggapi iklan pada sebuah website disebut trojan. Berhati-hatilah ketika browsing atau men-download apapun dari internet. Pastikan software anti virus dan firewall aktif ketika anda surfing.

Baru-baru ini, seperti virus Conficker yang terbilang cerdas, menyebar dengan cara memanfaatkan fitur “autoplay” Windows. “Autoplay” aktif ketika kita memasukkan CD atau mencolokkan USB. Segeralah disable fitur “autoplay” ini dan download sebuah patch dari Microsoft untuk menutupi kelemahan “autoplay”. Lakukan search pada website Microsoft menyangkut patch tersebut.

Sebagai penutup, penulis sangat menyarankan untuk selalu meng-up date anti virus serta firewall anda. Lalu, berhati-hatilah ketika membuka email. Konfirmasikan keabsahan email tersebut kepada sang pengirim. Dan, jangan mudah tergoda untuk men-download sesuatu maupun ajakan untuk mengunjungi website tertentu. Iklan pada internet bukan hanya untuk menggoda pengunjung tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh pembuat virus untuk menyebarkan karyanya, tanpa sepengetahuan anda maupun si pembuat website tersebut.

Semoga tulisan kali ini dapat memberikan sedikit tambahan ilmu bagi anda. Usahakan untuk tidak menjadi korban infeksi virus! Trims.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: